Minggu, 18 Oktober 2026

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula

Perintah Dasar Linux untuk Pemula

Perintah Dasar Linux

Perintah Linux yang sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari untuk pemula.

Linux

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan

Berikut ini adalah beberapa perintah dasar Linux yang saya gunakan dalam aktivitas sehari-hari. Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi untuk belajar menggunakan perintah atau command line pada Linux untuk pemula.

user@linux :~$ pwd
/home/user

user@linux :~$ ls
Documents Downloads Pictures

user@linux :~$
Linux Commands
Contoh kumpulan perintah Linux

Daftar Perintah Dasar Linux

Berikut adalah nama perintah dan fungsi dari perintah dasar Linux yang dapat digunakan oleh pemula.

Nama Perintah Fungsi
sudo su Masuk sebagai super user/administrator.
cd Berpindah ke home direktori.
cd .. Berpindah ke direktori parent.
cd - Berpindah ke direktori sebelumnya.
cd dataku Berpindah ke direktori yang bernama dataku.
cp fileA fileB Menyalin fileA ke fileB.
ls Menampilkan isi direktori.
ls -l Menampilkan isi direktori berupa nama file/direktori, ukuran, waktu perubahan, pemilik file/folder dan hak akses/permission.
mkdir gambar Membuat direktori/folder baru bernama gambar.
mv source dest Memindahkan file source ke lokasi tujuan dest.
pwd Menampilkan direktori saat ini.
rm -f file Menghapus file bernama file secara paksa.
rm -rf dir Menghapus folder bernama dir secara paksa.
rm file Menghapus file bernama file.
mv nama_lama nama_baru Mengganti nama file.
tar xzf file.tar.gz Ekstrak file tar bernama file.tar.gz menggunakan gzip.
dpkg -i package.deb Menginstall file bernama package dengan ekstensi deb.
ping host Melakukan ping ke host dan menampilkan hasil.
wget file Mendownload file.
clear Membersihkan tampilan terminal.
chmod Mengubah permission file/folder.
chown Mengubah kepemilikan file/folder.
touch Membuat sebuah file baru.
less Menampilkan isi file teks.
echo Menampilkan tulisan ke layar (terminal)/menuliskan suatu kata atau kalimat ke dalam sebuah file.
shutdown now Mematikan sistem operasi secara langsung.
top Untuk mengetahui status memori.
exit Untuk keluar dari terminal.

Contoh Penggunaan Perintah Linux

1. Membuat Folder

mkdir gambar

2. Melihat Direktori Saat Ini

pwd

3. Melihat Isi Direktori

ls

4. Membuat File

touch latihan.txt

5. Menampilkan Isi File

less latihan.txt

6. Menampilkan Tulisan

echo "Saya sedang belajar Linux"

7. Mengganti Nama File

mv nama_lama nama_baru

8. Menghapus File

rm file

9. Mengecek Jaringan

ping host

10. Keluar dari Terminal

exit
💡 Catatan:

Perintah Linux dijalankan melalui terminal. Setiap perintah memiliki fungsi yang berbeda sehingga pengguna perlu memahami fungsi perintah sebelum menjalankannya.

⚠️ Perhatian:

Berhati-hatilah saat menggunakan perintah seperti rm -rf, chmod, chown, dan shutdown now karena perintah tersebut dapat memberikan perubahan besar pada sistem.

Kesimpulan

Perintah dasar Linux sangat penting untuk dipahami oleh pemula karena dapat digunakan untuk mengelola file, folder, sistem, permission, jaringan, serta aktivitas lainnya melalui terminal.

Dengan mempelajari perintah seperti sudo su, cd, cp, ls, mkdir, mv, pwd, rm, ping, wget, chmod, chown, touch, less, echo, top, dan exit, pengguna dapat mulai terbiasa menggunakan command line pada Linux.

Perintah Dasar Linux

Materi Linux untuk Pemula

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula

Linux Ubuntu Terminal

Gambar Linux Ubuntu dan tampilan Terminal

Sumber gambar: Wikimedia Commons

Minggu, 20 September 2026

Jobsheet 1204 0920 Manajemen User dan Group

Jobsheet 1204 0920 Manajemen User dan Group




JOB SHEET
SMK TUNAS HARAPAN PATI




Program KeahlianMata PelajaranKode Mata Pelajaran
Teknik Jaringan Komputer dan TelekomunikasiJaringan Komputer12.03/JK/2627
Tingkat / KelasMateri PokokWaktu Pembelajaran
XII TJKT 1Menginstal Sistem Operasi Jaringan8 x 45 Menit

Nama JobsheetTanggal Praktikum
Menginstal Linux DebianSenin, 14 september 2026
Nama SiswaKode Score
Jesica Cherlly Marcellina

I. TUJUAN
1. Siswa mengenal Sistem Operasi Jaringan Berbasis CLI
2. Siswa mengenal Manajemen User dan Group
3. Siswa mampu membuat User dan Group

 

II. ALAT DAN BAHAN
1. LCD Proyektor
2. PC atau Laptop yang telah terinstal Windows 7, Windows 8 atau Windows 10
3. Panduan Manajemen User dan Group

III. KESELAMATAN KERJA
1. Menghidupkan PC atau Laptop sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan
2. Mengatur kabel power serapi mungkin
3. Menggunakan kaca mata pelindung radiasi
4. Menggunakan screen monitor untuk keamanan data
5. Membackup data data penting ke memori eksternal
6. Mematikan komputer sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan


IV. LANGKAH KERJA
1 Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login

                                                                      



2 Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan passwordnya.
3. Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear. Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai super user, yaitu root.  

                              




4. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada. 
5. Ketik adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan. Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.
6.  Ketikkan logout untuk keluar dari sesi root.






7. Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja dibuat, dalam kasus ini nama penggunanya adalah jesica dengan kata sandi 12345.




8. Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut, Keluar dari tekaje, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan perintah userdel –r
<tekaje>
untuk
menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.
                                                                                 


9. Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :

                                                                            Pati 


Rembang


Bandung

Subang
        



10. Pada kasus ini, pati dan rembang dipindahkan ke dalam jawatengah sedangkan bandung dan subang dipindahkan ke dalam jawabarat.

                                            


                                             

11. Ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.




12. Ketikkan cd /home lalu ketik ls -l untuk masuk dan menampilkan daftar direktori dan file yang ada di home directory.



V. PERTANYAAN

1 Apa saja yang harus dicentang pada saat instalasi Debian, agar Debian digunakan dalam Sistem Operasi CLI ?
2 Apa kepanjangan dari CLI ?
3 Sebutkan perintah untuk masuk ke dalam super user (root) !
4 Tuliskan perintah membuat user baru yang diberi nama planet !
5 Tuliskan perintah menghapus user yang bernama planet !
6 Tuliskan perintah membuat group yang diberi nama tatasurya !
7 Tuliskan perintah memasukkan mars ke group planet !
8 Tuliskan perintah untuk membuat file kosong yang diberi nama pluto !
9 Tuliskan perintah untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.
10 Tuliskan perintah untuk menampilkan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori !


VI. JAWABAN PERTANYAAN
  1. Graphical Install, Install, dan Advanced Options.
  2. Menu Manual pada bagian Partition disks.
  3. Artinya: Pilih bahasa yang akan digunakan selama proses instalasi. Bahasa yang dipilih juga akan menjadi bahasa default pada sistem yang telah diinstal.
  4. DNS = Domain Name System.
  5. Root Password adalah kata sandi yang digunakan untuk masuk ke akun root, yaitu akun dengan hak akses tertinggi sebagai administrator pada sistem Linux.
  6. Root (/), Home (/home), dan Swap.
  7. Guided - use entire disk, Guided - use entire disk and set up LVM, dan Manual.
  8. Network Mirror adalah server yang menyediakan salinan repository Debian untuk mengunduh paket, aplikasi, dan pembaruan sistem.
  9. Syarat menggunakan Network Mirror adalah:
    • Memiliki koneksi internet/jaringan.
    • Konfigurasi jaringan sudah benar.
    • Dapat terhubung ke server mirror Debian.
  10. FAT = File Allocation Table
    NTFS = New Technology File System
    CLI = Command Line Interface
    GUI = Graphical User Interface





 




Minggu, 06 September 2026

Administrasi File Linux Debian

 

Administrasi File Linux Debian

 


Administrasi File

Setelah mempelajari Administrasi User dengan perintah perintah :
1. Login root
2. Clear
3. Adduser
4. Logout
5. Login user
6. Userdel -r
7. Groupadd
8. Groupdel
9. Usermod

Kita lanjutkan dengan mempelajari Administrasi File di dalam Linux Debian.

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.

1. Perintah ls /
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.

Perintah ls <nama_direktori> digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.


2. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif.

3. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan ls. Apabila perintah ls digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

4. Perintah touch <nama_file>.
Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>.
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan ls –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya,


5. Mengubah Hak Akses
Directory root yang baru saja kita buat dimiliki oleh user bernama root. Di kolom pertama, ada penjelasan tentang hak akses dari file atau direktori tersebut.

Terdiri dari 10 karakter,
1. Huruf d apabila direktori, - apabila file.
2. Hak akses untuk pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
3. Hak akses untuk group pemilik file,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.
4. Hak akses untuk selain pemilik dan group pemilik,
  • r – Membaca atau – untuk menghilangkan hak membaca
  • w – Menulis atau – untuk menghilangkan hak menulis
  • x – Mengeksekusi atau – untuk menghilangkan hak mengeksekusi.

===============================
Suplemen




Slemen :
https://www.hostinger.co.id/tutorial/pengertian-chmod-dan-chown-untuk-ganti-permission-di-linux/#gref

Administrasi User Linux Debian

 

Administrasi User Linux Debian

 


Sebelumnya server Debian diinstalisasi  tanpa grafik. Oleh karena itu, hanya akan ada tampilan command line (CLI). 

Bagi pengguna Windows mungkin tidak terbiasa menggunakan tampilan command line. Kecuali yang sudah terbiasa menggunakan DOS yang juga berbasis CLI. Pengguna DOS tentu tidak asing dengan perintah perintah Debian CLI berikut ini.

Bagi pengguna Windows yang belum pernah bekerja dengan DOS, dengan sedikit latihan akan terbiasa menggunakan perintah perintah berbasis CLI.

Setelah instalasi, maka Debian akan berjalan sendiri. Tampilan pertama meminta kita untuk masuk ke dalam sistem. 

Sebelumnya kita telah membuat 2 akun dalam Debian ketika melakukan instalasi, yaitu :
1. Akun utama (root), dan 
2. Akun dengan nama depan tadi.

Administrasi User

1. Selesai menginstal Debian, keluar tampilan debian123 login


2. Masuk root dengan mengetikkan root pada debian123 login, dan  passwordnya


3. Setelah masuk sebagai root, ketikkan clear.

Level administrasi tertinggi ada pada akun utama sebagai  super user, yaitu root. Root memiliki kemampuan untuk membuat user baru, ataupun menghapus user yang sudah ada.

4. Perintah adduser  
Perintah  adduser  digunakan untuk menambahkan user baru. Caranya dengan mengetik  adduser <nama_pengguna>, maka akan membuat user baru dengan nama yang sudah dimasukkan.
Setelah nama pengguna dimasukkan, maka diminta untuk memasukkan kata sandi untuk pengguna tersebut, dan informasi yang berkaitan dengannya.

5. Perintah logout
Ketikkan  logout  untuk keluar dari sesi root. 


6. Masuk sebagai Pengguna yang Baru  
Lalu masuk sebagai pengguna yang baru saja  dibuat, dalam kasus ini nama  penggunanya adalah bill dengan kata sandi gates.


Apakah terlihat perbedaan sebelumnya? Iya, perbedaanya terletak pada bagian prompt dari command line. Sebelumnya, saat kita masuk sebagai  root, prompt dari command line berbentuk 
Namun saat kita sudah berganti user, dan masuk sebagai bill, maka prompt dari command line berbentuk
Tanda  ~  atau tilde, menunjukkan posisi direktori yang sedang aktif. Dalam kasus ini bill tidak aktif di direktori manapun.

7. Perintah userdel -r
 Sekarang, coba logout dan masuk lagi sebagai root. Ketikkan perintah berikut,

Keluar dari bill, masuk lagi menjadi root, dan menggunakan  perintah userdel  –r <nama_pengguna>  untuk menghapus semua data di direktori /home pengguna dan juga pengguna tersebut.

8. Perintah groupadd dan groupdel
Beberapa user yang memiliki hak akses yang sama, bisa dimasukkan kedalam sebuah group. Group sangat berfungsi sehingga  kita tidak perlu membatasi hak akses terhadap user satu per satu.
Untuk membuat group, ketikkan perintah berikut.


Perintah groupadd <nama_group> digunakan untuk membuat group, sedangkan  groupdel <nama_group>  digunakan untuk menghapus group yang ada.
Buat dua buah group yaitu jawatengah dan jawabarat, dan buat empat user baru yaitu pati, rembang, bandung dan subang seperti yang terlihat pada contoh berikut ini :






9. Perintah usermod –g <nama_group> <nama_user>
Setelah itu, gunakan perintah

Perintah di atas digunakan untuk memindahkan user ke suatu group. Pada kasus ini, pati dan rembang dipindahkan ke dalam jawatengah sedangkan bandung dan subang dipindahkan ke dalam jawabarat.



10. Perintah  ls /

Linux tidak memiliki sistem drive seperti Windows. Hanya ada direktori-direktori, setiap user memiliki directory user sendiri-sendiri. Ada satu direktori akar, yaitu root directory, yang bisa diakses dengan menggunakan / slash.
Coba ketikkan ls /, untuk menampilkan daftar direktori dan file yang ada di root directory.


Perintah  ls <nama_direktori>  digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah direktori. 

11. Perintah cd /usr
Sekarang, gunakan perintah  cd /usr, untuk mengganti direktori yang aktif menjadi direktori /usr.

Sekarang tanda ~ tilde berubah menjadi nama direktori yang sedang aktif. 

12. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat sebuah directory, gunakan perintah  mkdir <nama_directory>.

Untuk melihat apakah directory tersebut sudah terbuat, gunakan  ls. Apabila perintah  ls  digunakan tanpa memberikan nama direktori, maka ls  akan mendaftar semua isi direktori yang sedang aktif sekarang (yaitu /usr).
File dan direktori di Linux mempunyai aturan penggunaan, tidak sembarang user bisa mengakses semua file. Root bisa mengakses semua file yang ada, root juga bisa memberikan hak akses kepada user untuk mengakses file tertentu.
Buat sebuah user dengan nama bintang, lalu logout dan masuk user bintang.

Untuk membuat sebuah file kosong, gunakan perintah touch <nama_file>. 
Lalu, masuk kembali ke dalam direktori /usr. Ketikkan  ls  –l, untuk menampilkan isi direktori beserta attribut-attributnya, 


Suplemen
1. Membuat User dan Grup dalam Debian 10
3. File Hirarki pada Linux

Perintah Dasar Linux yang Sering Digunakan oleh Pemula

Perintah Dasar Linux untuk Pemula Perintah Dasar Linux Perintah Linux yang sering diguna...