Selasa, 24 Februari 2026

Access Point (AP)

 

Selasa, 24 Februari 2026




Access Point (AP)

Pengertian Access Point (AP)

Access Point (AP) adalah perangkat jaringan yang berfungsi sebagai penghubung antara perangkat nirkabel (wireless) seperti laptop, smartphone, dan tablet dengan jaringan kabel (LAN). AP memancarkan sinyal WiFi sehingga perangkat dapat terhubung ke jaringan lokal maupun internet tanpa menggunakan kabel secara langsung.

Access Point biasanya terhubung ke router, switch, atau perangkat jaringan lainnya menggunakan kabel Ethernet, lalu menyebarkan koneksi tersebut secara nirkabel.


Fungsi Access Point

Berikut fungsi utama Access Point:

  1. Menghubungkan Perangkat Nirkabel
    AP memungkinkan banyak perangkat terhubung ke jaringan secara wireless.

  2. Memperluas Jangkauan Jaringan
    Access Point dapat memperluas area cakupan WiFi, terutama di gedung besar atau area bertingkat.

  3. Mengatur Lalu Lintas Jaringan
    AP membantu mengelola koneksi pengguna agar jaringan tetap stabil dan tidak mudah overload.

  4. Meningkatkan Keamanan Jaringan
    Mendukung fitur keamanan seperti WPA2/WPA3, enkripsi data, dan autentikasi pengguna.

  5. Mendukung Banyak Pengguna
    Cocok digunakan di kantor, sekolah, kampus, hotel, dan tempat umum lainnya.


Cara Kerja Access Point

Access Point menerima koneksi internet dari router melalui kabel jaringan. Kemudian AP mengubah sinyal tersebut menjadi sinyal radio (WiFi) yang dapat ditangkap oleh perangkat wireless. Saat perangkat mengirim data, AP meneruskannya kembali ke jaringan kabel dan ke internet.


Perbedaan Access Point dan Router

Access PointRouter
Menyediakan akses WiFi dari jaringan kabel      Mengatur lalu lintas jaringan dan koneksi internet
Tidak selalu memiliki fitur DHCPBiasanya memiliki DHCP dan NAT
Digunakan untuk memperluas jaringanDigunakan sebagai pusat jaringan

Kelebihan Access Point

  • Jangkauan WiFi lebih luas

  • Stabil untuk banyak pengguna

  • Cocok untuk jaringan skala besar

  • Instalasi fleksibel

Kekurangan Access Point

  • Membutuhkan perangkat tambahan seperti router

  • Biaya instalasi bisa lebih tinggi jika banyak unit digunakan


Kesimpulan

Access Point adalah perangkat penting dalam jaringan modern yang memungkinkan koneksi internet tanpa kabel dengan jangkauan luas dan stabil. Perangkat ini sangat dibutuhkan di lingkungan dengan banyak pengguna atau area yang luas untuk memastikan koneksi tetap optimal.


Jaringan Wireless, Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)

Selasa, 24 Februari 2026

Gambar 426 Jaringan Wireless


1. Konsep Dasar Jaringan Wireless

Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.

1.1 Karakteristik Jaringan Wireless

  • Tidak menggunakan kabel (menggunakan frekuensi radio 2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)
  • Instalasi lebih cepat dan fleksibel.
  • Mobilitas tinggi, pengguna bisa bergerak tetap terhubung.
  • Jangkauan bervariasi, dari jarak beberapa meter (WiFi indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).

1.2 Komponen Utama

  1. Access Point (AP) – memancarkan dan menerima sinyal.
  2. Wireless Client – perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).
  3. Antena – omnidirectional atau directional.
  4. Wireless Controller (opsional) – mengatur banyak AP.
  5.  Repeater/Bridge – memperluas jangkauan

1.3 Frekuensi Umum

  • 2.4 GHz → jauh namun rawan interferensi.
  • 5 GHz → lebih cepat, lebih bersih, jarak lebih pendek.
  • 6 GHz (WiFi 6E) → sangat cepat, jarak sedang.

 

2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)

Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya untuk:

  • Menghubungkan dua gedung
  • Backbone antar tower
  • Mengarahkan data ke lokasi jarak jauh

2.1 Ciri-Ciri PtP

  • Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.
  • Menggunakan antena directional (mis. dish, panel, grid).
  • Kecepatan stabil karena koneksi fokus.
  • Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.

2.2 Cara Kerja PtP (Flow)

  • Titik A memancarkan sinyal ke arah titik B.
  • Titik B mengarah tepat ke titik A.
  • Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).
  • Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.

2.3 Kelebihan PtP

  • Stabil dan cepat
  • Noise/interferensi kecil
  • Bisa menjangkau jarak jauh

2.4 Kekurangan PtP

  • Hanya menghubungkan 1 ke 1
  • Butuh Line of Sight (LOS) yang bersih

 

3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)

Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus.

Mirip menara BTS yang melayani banyak perangkat.

3.1 Ciri-Ciri PtMP

  • Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.
  • Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).
  • Menggunakan Antena

Antena Omnidirectional (360°)
Sectoral Antenna (mis. 90°, 120°)

  •  Digunakan untuk:

  • Desa internet
  • Pemancar internet ke RW/RT
  • Kampus / sekolah / kantor skala besar
  • CCTV di banyak titik

 

3.2 Cara Kerja PtMP

  • AP memancarkan sinyal dengan pola tertentu (omni/sector).
  • Banyak client menangkap sinyal dari AP.
  • Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.
  • Semua client berbagi satu kanal frekuensi.

 

3.3 Kelebihan PtMP

  • Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus.
  • Efisien untuk jaringan komunitas atau kampus.
  • Fleksibel dalam penambahan client.

 

3.4 Kekurangan PtMP

  • Shared bandwidth (kecepatan dibagi).
  • Rentan interferensi jika banyak client.
  • Membutuhkan manajemen frekuensi yang baik.

 

4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP

AspekPoint-to-PointPoint-to-Multipoint
Jumlah perangkat
2 titik
1 pusat ke banyak titik
Antena
Directional
Omni / Sector
Stabilitas
Sangat stabil
Dipengaruhi banyak user
Jarak
Jauh (hingga puluhan km)
Sedang (1–10 km)
Kecepatan
Dedicated
Dibagi
Contoh penggunaan
Gedung A ⇆ Gedung B
Tower pusat → banyak rumah


Selasa, 10 Februari 2026

Praktikum Splicing Kelompok 2

 Praktikum Splicing Kelompok 5

Anggota Kelompok: Jesica cherlly marcellina (20)

                                 Deswita nurul anggereni (10)

Alat alat Yang di butuhkan :
1.Fiber Stripper
2.Fiber Cleaver
3.Crimp Tool FO
4.Optical Power Meter & Light Source
5.Visual Fault Locator
6.Cable Cutter

Bahan bahan Yang dibutuhkan :
1.Kabel Fiber Optic
2.Fast Connector FO
3.Alkohol isopropyl

1.PERSIAPKAN KABEL 

 STRIP DAN BERSIHKAN KABEL







2.PEMOTONGAN 

POTONG DENGAN CLIEVER


3. PENYELARASAN 
SEJAJARKAN CORE FIBER

4.PELEBURAN 
LELEHKAN DENGAN ARC LISTRIK




5.PENYAMBUNGAN 
GABUNGKAN SERAT OPTIK
6.PERLINDUNGAN 
PASANG PERLINDUNGAN(SLEEVE)






7.PENGUJIAN
CHECK DENGAN OPM



8. Penyelesaian (Kemas & Rapikan)



Rabu, 21 Januari 2026

KONSEP DASAR SPLICING DALAM KOMUNIKASI OPTIK



                                                   


Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.


Sabtu, 17 Januari 2026

Terminasi Konektor Fiber Optics

 Perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat kabel Fiber Optik


I. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar dibawah ini


Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter

Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering

II. Langkah-langkah 
1. Potong kabel Fiber Optic ke Cable Cutter untuk mengukur panjangnya sesuai keinginan



2. Belah tengah kabel FO antara 2 kabel yang kecil dan 1 kabel yang besar (kawat), hingga kabel terbelah 2.




3. Tarik bagian yang telah terbelah sesuai panjang yang diinginkan, kemudian kupas luaran kabel FO dengan panjang sekitar 3.5 CM


4. Kupas bagian serat kaca hingga tersisa kabel yang bening




5. Bersihkan kabel menggunakan tisu yang diberi alkohol



6. Ukur ukuran kabel sesuai Fast Connector dan masukkan ke dalam Fast Connector. Namun, perlu diperhatikan saat ingin mengunci kabel di Fast Connector sisakan sedikit lipatan didalamnya agar ketika dikencangkan kabel tidak kendor.




7. Cek sinyal ke Connector tersebut,jika sinar berhasil tembus berarti pemasangan telah benar.

8. Ulangi langkah nomor 1-7 ke ujung kabel yang satunya,lalu cek apakah kedua kabel berhasil meneruskan sinar dari laser


9. Cek tegangan kabel ke Optical Power Meter di salah satu ujung kabel dan Light Source di ujung satunya juga minimal harus -40



Hasil pengukuran menggunakan OPM menunjukkan daya optik sebesar −23,55 dBm pada panjang gelombang 1310 nm. Karena nilai tersebut masih di atas batas minimal −40 dBm, maka kondisi kabel fiber optik dinyatakan baik dan layak digunakan.


Selasa, 25 November 2025

SUBNET MAST KELOMPOK

 

Selasa, 11 November 2025

Subnet Mask Kelompok 4

 Kelompok 4 : 

1. Arjuna Satria Prada M. (05)

2. Azzula Syakira (07)

3. Hany Nur Ristiawati (16)

4. Ismi Elvita Khairunnisa (19)

5. Jessica Cherlly Marcellina (20)



/ 27 pada blok ke IV


192.168.1.0  /27

11111111.11111111.11111111.11100000

255     .    255     .    255     .    224 


1. Jumlah subnet = 2^3

                            = 8


2. Jumlah host = 2^5

                        = 32 - 2

                        = 30


3. Blok subnet = 256 - 224

                        = 32


Berarti total ada 8 subnet dimulai dari 0, 32, 64, 128, 160, 192, 224



I    192.168.1.0  -  192.168.1.31

II  192.168.1.32  -  192.168.1.63

III   192.168.1.64  -  192.168.1.95

IV   192.168.1.96  -  192.168.1.127



Cara mengerjakan : 

IV  192.168.1.96  -  192.168.1.127

        192.168.1.96      :  Subnet

        192.168.1.97      :  Host pertama

        192.168.1.126    :  Host terakhir

        192.168.1.127    :  Broadcast

Jobsheet 1202 Virtual Mesin 920 Jesica cherlly marcellina

  JOB SHEET SMK TUNAS HARAPAN PATI Program Keahlian Mata Pelajaran Kode Mata Pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan Jaringan komputer 12.02/...